Kamis, 15 September 2016

Sang Gresik Bercerita Lagi : Upaya Tiada Henti Mengkampanyekan Kearifan Lokal


Yayasan Mataseger (Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik) kembali akan menerbitkan buku yang diberi judul Sang Gresik Bercerita Lagi. Buku ini bukan lanjutan atau jilid 2 dari buku Sang Gresik Bercerita yang telah diterbitkan tahun 2014, tetapi buku sambungan yang akan berisi kisah-kisah kearifan lokal Gresik yang belum pernah ditulis di buku sebelumnya, bahkan di buku manapun yang pernah diterbitkan terkait Gresik.

Rabu, 17 Desember 2014

Dibalik Cerita Telaga Suci

1483 diyakini sebagai angka keramat oleh masyarakat Desa Suci. tanpa angka keramat itu, mungkin Desa Suci tak seramai sekarang. Munculnya nama Suci tidak jauh dari angka keramat tersebut.

Berawal dari sebuah perintah Sunan Giri kepada Syeikh Jamaluddin Malik yang masih kerabat dekatnya sekaligus muridnya. Konon ia diperintahkan oleh Sunan Giri untuk menyebarkan agama islam ke Barat Kota Gersik. Dengan niat tulus, sekitar pada tahun 1483 beliau berangkat ke tempat tujuan. Dalam mengemban tugas mulia tersebut, tidak jarang di perjalanan syeih Jamaluddin Maik mendapat beberapa rintangan yang tidak mudah dihadapinya, yaitu termasuk kondisi sosial dan cuaca alam yang tidak mendukung untuk seorang perantauan.

Selasa, 16 Desember 2014

Rangkul Generasi Muda Cintai Sejarah dan Budaya Gresik

Meskipun telah berhasil mendirikan Yayasan Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik (Mataseger) ternyata belum membuat Kris Adji AW puas. Menurut dia, adanya lembaga ini belum bisa menjadi jaminan bahwa budaya dan sejarah Gresik tidak akan hilang.
Sebab faktor utama agar sejarah dan budaya Gresik tetap eksis adalah adanya generasi yang bakal menjaganya di masa depan nanti.“Di tangan merekalah sejarah dan budaya Gresik di masa depan nanti”, ujar pria mantan ketua Dewan Kesenian Gresik ini.

Senin, 15 Desember 2014

Tiko Pantang Menyerah. Kamu Juga? (RETROSPEKSI Seni Lukis Tiko Hamzah)

Tiko Hamzah Pantang Menyerah.Itulah yang jadi judul pamerannya kali ini.Sebuah poster yang bagus melukiskan Tiko berkostum Superman, tangan kanannya diangkat tinggi-tinggi dan mengepal.Padahal kondisi aslinya, dia sedang tergolek lemah di rumahnya .Mata kanannya ditutup perban.Sakit yang menderanya sekian bulan belakangan inimembuatnya tidak berdaya.Toh semangatnya masih tetap membara
.Persis saat usianya mematok angka 53 tahun kali ini, dia mengibarkan bendera sebagai pelukis yang pantang menyerah dengan kondisi fisik yang lemah. Tentu saja kawan-kawannya tak mau berdiam diri melihat semangat membara lelaki yang satu ini. Mereka bahu membahu membantu mempersiapkan pameran retrospeksi ini dengan cara dan sesuai kapasitas masing-masing. Mereka seolah merasa ditantang, “kalau Tiko saja pantang menyerah, mengapa saya berdiam diri saja?”
Pantang Menyerah, itu bukan sekadar tema pameran, bukan merupakan sombong-sombongan, melainkan sebuah tantangan bagi siapapun, tanpa kecuali, dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini. Apapun persoalan yang kita hadapi, seberat apapun, maka semangat yang harus dikobarkan adalah Pantang Menyerah.

Kamis, 23 Oktober 2014

LAUNCHING BUKU “SANG GRESIK BERCERITA”

Kamis 23 Oktober 2014 jam16.00, PT Smelthing diserbu puluhan pemuda dari berbagai penjuru daerah Gresik. Tapi kali ini bukan Demo yang mereka lakukan, mereka adalah puluhan penulis muda yang tergabung dalam Yayasan Mataseger yang diketuai Kris Adjie AW. Tidak heran ternyata pada sa’at itu akan berlangsung Launching buku Sang Gresik Bercerita.

Kamis, 18 Juli 2013

Acara festival Damar Kurung Dan Lampion Nusantara 2013

Festival Damar Kurung dan Lampion Nusantara yang akan di gelar di Parkir Timur WEP ini adalah gelaran yang ke 2 setelah dilaksanakan tahun 2012 lalu di Parkir Malik Ibrahim. Kegiatan ini akan di gelar mulai tanggal 19 Juli - 21 Juli 2013.


Acara selengkapnya:

Rabu, 10 Juli 2013

Gresik Jaman Dulu Mulai Mendapat Perhatian dan Menampakkan Bentuknya

Hari ini, jumat 5 Juli 2013 Festival Gresik DJALOE (Jaman Dulu) dibuka dengan pemukulan perkusi oleh Bapak Sekda Kabupaten Gresik bersama Bapak Kepala Disbudparpora serta tokoh masyarakat Bapak KH.Muchtar Djamil sekitar pukul 16.30 WIB. Acara ini akan berlangsung selama 2 hari.